Kedua pemain tersebut menilai Korea Selatan punya banyak pelari cepat, dengan tak lupa menyebut Son Heung-Min adalah ancaman utama buat Jerman. Jerman bersiap menghadapi laga hidup-mati dengan mereka mewaspadai kecepatan Korea Selatan di matchday terakhir babak grup Piala Dunia 2018, Rabu (27/6) malam WIB esok. Sang juara bertahan Jerman sebelum ini mendapati awalan buruk setelah kalah 1-0 dari Meksiko di laga perdana, namun mereka mampu menghidupkan asa menyusul kemenangan dramatis 2-1 atas Swedia di pertandingan kedua. Kemenangan melawan Korea Selatan, yang sudah dipastikan gugur, bakal mengantar Der Panzer ke babak 16 besar namun duo penggawa mereka seperti Marco Reus dan Timo Werner enggan menganggap remeh kekuatan tim Asia tersebut.“Mereka punya banyak pelari cepat, terutama di depan,” kata Reus kepada wartawan di sesi konferensi pers. “Mereka punya banyak pemain serbaguna yang sanggup menghadirkan ancaman buat tim-tim lain di turnamen ini.” Sementara itu, Werner menitikberatkan pandangannya pada Son Heung-Min, yang ia nilai sebagai pemain paling berbahaya dari tim Negeri Gingseng. “Mereka punya banyak pemain cepat. Swedia kemarin pemainnya lebih ke arah power dan besar badan, selagi Korea Selatan ini lebih mungil namun kencang,” kata Werner. “Son ada di atas sana bersama pemain terbaik di dunia. Kami harus terus mengawasinya. Meski begitu, kami tidak perlu berlebihan mengkhawatirkan lawan.”

Deschamps meyakini Pogba masih bisa tampil memperkuat Prancis di Piala Dunia 2022 mendatang di Qatar. Pelatih Prancis Didier Deschamps meyakini Paul Pogba masih bisa berlaga di Piala Dunia 2022 yang menurut rencana digelar di Qatar. Gelandang milik Manchester United itu berperan penting dalam kelolosan Prancis ke fase gugur di Piala Dunia kali ini setelah membantu negaranya mengalahkan Australia dan Denmark di dua matchday perdana babak grup. Pogba sebelum ini tampak terpukul dengan segala kritikan yang dialamatkan pada dirinya, dengan menyatakan bahwa turnamen di Rusia ini berpotensi menjadi panggungnya yang terakhir, namun hal itu diragukan Deschamps.